BORNEONEWS, Sampit - Catatan pembangunan 2018 ini menyisakan banyak persoalan. Terutama yang berkaitan dengan skala prioritas. Termasuk juga di situ evaluasi batalnya pelaksanaan multiyears. Padahal dari sisi anggaran sudah disetujui DPRD, namun ternyata dalam pelaksanaannya dibatalkan.
Salah satu program yang menonjol itu ada sejumlah proyek yang seyogyanya disepakati ternyata batal di tahun 2018 ini. Ada dua proyek multiyears ada dua yang akan batal.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Muhammad Shaleh mengatakan, kedua proyek tersebut adalah penataan Sungai Pamuatan di Kecamatan Baamang dan penambahan fasilitas di Ikon Jelawat.
"Artinya ini ada yang tidak bisa dilaksanakan karena memang dalam pengusulan lalu memang kurang matang atau bermasalah," kata dia, Selasa (27/11/2018)
Maka dari itu, evaluasi itu nanti akan jadi pertanyaan mereka DPRD. Ia sangat berharap itu akan jadi bahan perbaikan pelaksanaan pembangunan di 2019 mendatang.
--page
Tahun anggaran 2018, kata dia, sudah hampir berakhir. Mereka nanti juga akan minta hasil evaluasi dari eksekutif seperti apa versi mereka pembangunan 2018 ini. Apakah sepahaman dengan penilaian DPRD atau justru berbalik.
Selain itu Shaleh berharap, tahun 2019 merupakan tahun akhir masa jabatan DPRD saat ini. Maka dari itu, tidak menutup kemungkinan mereka akan memaksimalkan fungsi pengawasan dan pelaksanaan tugas pokok mereka.
Dia mengakui, masih banyak aspirasi dari konstituen mereka yang masih belum mampu dipenuhi. Itu semua karena anggaran terbatas dan dialihkan untuk pembiayaan pembangunan tahun jamak. (NACO/B-2)








