MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Plt Kadis Sos PMD, Eveready Noor mengatakan, bursa inovasi desa dilaksanakan untuk membantu desa dalam meningkatkan kualitas kegiatan. Ini dapat dilakukan melalui pertukaran pengetahuan kegiatan yang inovatif untuk memberi aspirasi dan alternatif pilihan kegiatan bagi pembangunan desa. 

Inovasi adalah sebuah kratifitas dalam bentuk ide. Ide itu bisa berupa gagasan, bisa berupa rencana, bisa berupa bayangan kedepan.

“Inilah yang dinamakan inovasi. Dengan adanya bursa inovasi desa ini ditawarkan beberapa program inovasi yang telah dikembangkan dan berhasil baik di tingkat nasional maupun daerah. Menu-menu inovasi desa dalam ajang bursa inovasi desa ini ada 50 dokumen pembelajaran yang telah disediakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi,” kata Eveready Noor, Selasa (27/11/2018).

Dijelaskannya, pemerintah desa bisa mengadopsi setiap inovasi dan menyesuaikan dengan keadaan desa masing-masing. Dengan dukungan dari penyedia peningkatan kapasitas teknis desa (P2KTD).

“Diharapkan desa-desa di Kabupaten Barito Utara menunjukan keseriusannya untuk melakukan replikasi atas inovasi yang ditawarkan, juga menyampaikan apabila di desa telah terdapat kegiatan yang inovatif namun belum terdokumentasi, selanjutnya desa-desa yang sudah berkomitmen pada bursa inovasi desa ini, juga harus didukung penganggarannya dalam APBDes tahun 2019,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-2)