PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Beberapa masyarakat Kota Palangka Raya mengeluhkan susahnya mendapatkan bubuk abate dari Puskesmas di kawasan Kota Cantik ini. Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, drg Andjar Hari Purnomo memberitan jawaban.

"Abate ada di Puskesmas. Saat ini abate ada yang cair, tidak hanya bubuk. Sehingga pemakaiannya harus dikoordinasikan dengan ketua RT," kata drg Andjar kepada Borneo News, Selasa (27/11/2018).

Menurutnya, kasus DBD terbanyak per Oktober 2018 berada di Kecamatan Jekan Raya yakni 85 kasus.

"Terbanyak kasus DBD memang di Kecamatan Jekan Raya, ada 85 kasus. Sementara untuk tingkat kelurahan terbanyak terjadi di Kelurahan Bukit Tunggal yakni 40 kasus," bebernya.

Untuk menangani maraknya pasien DBD belakangan ini menurut drg Andjar pihaknya telah melakukan semua prosedur tetap (protap) yang berlaku.

--page

"Semua protap telah dijalankan. Kalau ada DBD positif maka dilakukan pelacakan. Penyuluhan kebersihan lingkungan yang lebih diutamakan," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto meminta ada tindakan tegas dari Dinas Kesehatan terkait wabah DBD yang lambat laun telah menimbulkan banyak korban.

"Kalau memang sudah ada tindakan, mohon segera untuk disosialisasikan. Jangan hanya diam. Apa yang sudah diambil langkahnya untuk menangani kondisi ini, sampaikan itu ke khalayak, jangan diam saja. Masyarakat perlu informasi itu," tegas Sigit. (TESTI PRISCILLA/B-2)