SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Peringatan Hari Ibu ke-90 diharapkan menjadi pendorong peningkatan peran kemitraan antara perempuan dan laki-laki dalam melanjutkan cita-cita pendiri bangsa untuk mengisi kemerdekaan. 

"Peringatan Hari Ibu ini harus dijadikan suatu kebersamaan dalam meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga guna kesejahteraan bangsa," ujar Bupati Kotim Supian Hadi saat menyampaikan amanat upacara gabungan HUT Korpri ke-47, HUT Dharma Wanita Persatuan Kotim ke-19, Hari Ibu ke-90, dan Hari AIDS Sedunia, Rabu (28/11/2018).

Harapan tersebut bukan tanpa sebab, karena saat ini berbagai permasalahan sosial marak terjadi, dan berdampak pada kehidupan masyarakat.

Khususnya terhadap perempuan dan anak yang mana marak terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk prilaku diskriminatif, dan berbagai hal lainnya. 

Sehingga hal itu harus ada cara untuk mencegahnya. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan menjadi bagian utama dalam mencegah terjadinya kekerasan. 

--page

"Peran keluarga menjadi penting dalam penanaman nilai karakter dan budi pekerti, sehingga meminimalisasi terjadinya kekrasan dalam rumah tangga," ungkapnya. 

Supian mengatakan ketahanan keluarga sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai, dan religius harus diciptakan agar ekamanan para perempuan dan anak tetap terjaga.

"Guna terciptanya hal tersebut, peran serta masyarakat dan stekholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender," terangnya. 

Dengan adanya hal itu maka diharapkan agar para laki-laki di daerah ini bisa lebih menghargai perempuan. Sayangi mereka, jangan sampai lakukan hal negatif terhadap perempuan. Semi terciptanya peningkatan peran kemitraan antara perempuan dan laki-laki. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)