SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejak Januari hingga Oktober 2018 ini, perkembangan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) cukup tinggi.

Totalnya ada 58 kasus. Sehingga hal itu harus menjadi kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk menghindari terjangkitnya virus tersebut. 

"Sejak Januari hingga Oktober 2018 ini saja yang terdata oleh pihak Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), ada 58 kasus HIV/AIDS. Sehingga ini harus menjadi perhatian kita semua," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Rabu (28/11/2018). 

Dari 58 kasus ini terdiri dari 37 orang penderita HIV, dan 21 orang penderita AIDS. Didominasi penderita laki-laki dengan jumlah 31 orang, dan 21 perempuan. 

Hal itupun menjadi perhatian khusus oleh Supian. Apalagi dirinya melihat kelompok usia penderita yang paling banyak didominasi usia produktif antara 25-40 tahun yang mencapai 21 orang. 

--page

Selain itu penderita ada juga berumur kurang dari 4 tahun sebanyak 2 orang, umur 5 sampai 14 tahun 1 orang, 20 hingga 24 tahun 8 orang, dan usia diatas 50 tahun sebanyak 6 orang. 

"Inilah yang sangat kami sayangkan, karena penderita HIV/AIDS di Kotim ini banyak usia produktif," katanya. 

Penularan HIV/AIDS sendiri terjadi dari berbagai macam prilaku penderitanya, terutama kenakalan remaja, baik itu hubungan seksual secara bebas, sesama jenis, hingga hal lainnya. 

Dirinya meminta kepada masyarakat agar selalu menjaga diri mereka dari perbuatan negatif hingga berujung pada tertularnya penyakit mematikan tersebut. Sehingga hal itu akan berdampak langsung terhadap kehidupan dimasa yang akan datang. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)