SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, HM Jhon Krisli mengakui pemerintah daerah dalam pembangunan tidak konsisten. Pasalnya ada sejumlah proyek atau kegiatan yang dalam pelaksanaanya tidak sampai kepada fungsionalnya. 

Jhon melihat persoalan itu membuat daerah ini tidak lagi fokus dalam pembangunan. Akibatnya dana miliaran yang digelontorkan untuk penggunan jalan itu tadi tidak produktif pada akhirnya.

" Misalnya anggaran bangun jalan itu Rp5 miliar tetapi karena lanjutannya harus bangun jembatan lagi maka tidak ada lanjutannya sehingga jalan itu tidak fungional, akibatnya dana Rp5 miliar itu secara nilai ekonomis tidak produktif dan berdayaguna," katanya, Rabu (28/11/2018).

Jhon kerap kali mengingatkan hal tersebut, namun kadang saran dan pendapat itu diabaikan oleh eksekutif. Selain itu DPRD juga kadang terbatas secara kewenangan untuk lebih jauh mengintervensi program dan usulan dari eksekutif.  

Sehingga, kata Jhon Krisli dalam  nominal angkanya saja APBD  Kotim itu besar namun dari sisi belanja kegiatan itu masih tidak fokus dan terencana dengan maksimal.

Biasanya kata dia mereka mengusulkan melalui hasil reses tapi terkadang hasil reses mereka itu tidak diakomodir dengan berbagai alasan dan dalih dari eksekutif.

Sehingga ia menilai pemerintah cenderung masih belum konsisten dan fokus membangun akibatnya banyak kegiatan yang sudan dilakukan jadi tidak fungsional. (NACO/B-6)