JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menghadapi terus melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) belakangan ini yang berimbas pada terpukulnya kinerja keuangan sejumlah besar emiten perkebunan, kebijakan penghapusan pungutan ekspor CPO diharapkan bisa menggairahkan kembali kinerja mereka.

Penghapusan pungutan ekspor CPO dinilai berpotensi mengerek kinerja saham-saham sektor CPO, terutama dengan kemampuan bersaing dengan negara tetangga.

"Saya rasa rencana pemerintah tersebut akan sangat baik bagi sektor CPO karena bisa meningkatkan penjualan CPO dan produk turunannya," kata analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji, dalam risetnya.

Selain itu, kondisi cuaca yang baik juga diharapkan bisa mendorong kapasitas produksi CPO. 

"Namun, isu kelebihan pasokan atau oversupply dari produk-produk CPO perlu diperhatikan lantaran produksi Indonesia yang masih di-black list oleh Uni Eropa," papar Nafan.

--page

Ia pun merekomendasikan untuk memperhatikan saham-saham CPO, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Menurutnya, saham AALI bisa dikoleksi secara jangka pendek dengan target harga Rp11.650 per saham dan LSIP secara jangka panjang dengan target harga Rp1.650 per saham. (NEDELYA RAMADHANI/m)