SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur nampaknya belum mendapatkan informasi terkait penolakan warga terhadap kegiatan Simah Laut.

"Segera kami tindaklanjuti dan kabari nanti, kami baru tahu ini juga," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Kotim, Fajrurrahman, Kamis (29/11/2018).

Dari kalender acara Pemkab Kotim itu acara tradisi Simah Laut akan dilaksanakan pada 1 Desember 2018 di pusatkan di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

Bahkan promosi acara itu sudah dilakukan serta rapat persiapan pelaksanaan kegiatan sudah digelar tinggal menunggu hari pelaksanaannya saja.

Namun demikian tahun ini acara rutin Pemkab Kotim yang dilaksanakan melalui Disbudpar itu mendapat penolakan dari warga karena dianggap melarung sesajen ke laut. Hal itu dianggap serupa dengan ritual di Palu yang dianggap sebagai biang permasalahan gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.

--page

Simah Laut merupakan agenda kebudayaan yang rutin dilaksanakan setiap penghujung tahun. Warga ingin kegiatam itu diganti seperti kegiatan awal yakni tasyakuran bersama warga.(NACO/m)