BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Rudianur menilai pemerintah daerah selama ini lepas tangan melihat kondisi ekonomi masyarakat yang kian sulit.
Menurutnya, aksi pemerintah berpihak kepada masyarakat yang selalu mengeluhkan kondisi dan harga jual komoditas yang anjlok jadi tanda tanya.
"Sejak awal duduk di DPRD Kotim saya tidak pernah mendengar dan melihat adanya keberpihakan dari pemerintah untuk menyelamatkan petani salah satu contohnya," kata dia, Kamis (29/11/2018).
Baik itu pertani karet, rotan, sawit hingga petani padi yang kadang kesulitan mendapatkan BBM. Berbagai pihak seakan terlihat tutup mata dengan kondisi ekonomi masyarakat Kotim yang sangat kesulitan saat ini.
Apa yang ia sampaikan itu sebagai bentuk kekecewaanya kepada pemerintah selama ini, sebab terkesan lepas tangan terhadap penderitaan masyarakat Kotim.
--page
Terutama bagi yang berusaha di sektor karet dan rotan akibat persoalan harga yang tidak pernah lagi berpihak. Ekspektasi agar ada intervensi pemerintah melalu kebijakan itu ternyata tidak kunjung dilakukan pemerintah.
Petani karet dan rotan saat ini sedang resah karena mereka kesulitan menjual hasil kebunnya. Selain kesulitan menjual hasil kebun, mereka juga mengeluhkan harga jual karet dan rotan tidak menentu.
"Perlu campur tangan pemerintah untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapi petani karet dan rotan di Kotim," tandasnya. (NACO/B-5)








