BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Rudianur menyatakan saat ini masyarakat masih menunggu gerakan dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan harga karet dan rotan.
Menurut dia, harga komuditas itu sejak beberapa tahun terakhir ini sangat tidak berpihak kepada petani. Jalan satu-satunya melalui campur tangan pemerintah daerah.
Sepanjang pemerintah tidak turun tangan sepanjang itu pula petani menerima hasil pertanian itu jauh dari harapan mereka selama ini.
Petani kata dia sebenarnya sudah banyak yang putus asa dengan dua komoditas itu. Bahka ada sebagian petani sudah mengganti karet dan rotan jadi perkebunan sawit. Hasilnya tidak berbeda jauh.
"Makanya banyak petani yang resah, pemerintah tidak bisa tinggal diam begitu saja. Karena di Kotim ini jumlah petani karet dan rotan itu mencapai ribuan," ucapnya, Sabtu (1/12/2018).
--page
Rudianur yakin masih banyak cara untuk mengatasi harga itu. Salah satunya dengan menggandeng pihak ketuga agar harga itu ada persaingan ditingkat pasar.
"Jika tidak maka harga akan dimonopoli. Sementara kita ketahui bahan baku karet ini masih banyak dibutuhkan," tandasnya. (NACO/B-5)








