SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo mengatakan pada tahun 2019 mendatang keuangan desa mencapai sekitar Rp 200 miliar.

"Dana itu akan dibagi ke 168 Desa di Kotim. Maka rata-rata setiap desa menerima sudah di atas Rp1 miliar bahkan ada yang mendekati Rp2 miliar," kata Handoyo, Sabtu (1/12/2018).

Menurut Handoyo, dana itu sudan termasuk dana alokasi khusus yang masuk dalam dana desa serta alokasi dana desa dari Kabupaten Kotim.

Menurutnya, angka itu tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Kenaikannya tidak jauj signifikat dari beberapa tahun sebelumnya. Bahkan hal itu dianggap tepat.

Karena Handoyo justru mengkhawatirkan apabila kenaikan dana desa ini terlalu tinggi. Sebab sangat rawan menyeret para kepala desa dan perangkatnya. 

--page

Keuangan desa itu sendiri berasal dari DAK pusat, 10 persen dari DBH dan DAU. Tercatat ada Rp153 miliar DAK dan Rp47 miliar tambahan dari 10 persen dan lain sebagainya hingga angkanya  dikisaran Rp200 miliar.

“Saya kira sudah melampaui angka Rp1 miliar setiap desa itu sudah ideal untuk membangun desa, sekarang bagaimana agar kepala desa itu bisa mengoptimalkan dana sebesar itu," pungkasnya.

Tidak bisa dipungkiri kata dia saat ini tuntutan masyarakat untuk peningkatan pembangunan sangat tinggi. Mengingat semua sudah tahu jumlah dana yang diterima oleh desa. (NACO/B-5)