BORNEONEWS, Sampit - Kegiatan simah laut di Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berlangsung sesuai kehendak masyarakat. Tidak ada lagi ritual melarung sesajen ke laut.
"Alhamdulillah kegiatan simah laut tahun ini sudah sesuai kehendak masyarakat, yang berjalan lancar dan baik," ujar Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri usai kegiatan, Sabtu (1/12/2018).
Simah laut merupakan acara syukuran dan tasyakuran, serta pemanjatan doa tolak bala. Hal itu sesuai kegiatan beberapa tahun lalu, namun menghilangkan ritual melarung sesajen ke laut.
Melarung sesajen ditiadakan sesuai kehendak masyarakat agar terhindar dari ajab Allah karena dinilai menyalahi ajaran agama Islam.
"Kegiatan ini sesuai dengan harapan masayarakat yakni syukuran, tasyakuran, dan juga doa tolak bala," kata Taufiq.
--page
Kegiatan itu digelar sebagai upaya agar masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan bisa terhindar dari bala bencana dan diberi keberkahan saat bekerja.
"Doa tersebut juga panjatkan agar hasil mereka melaut melimpah,dan selalu dijaga dari segala macam gangguan saat bekerja," ungkap Wakil Bupati.
Pelaksanaan simah laut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Fajrurrahman dan sejumlah kepala SOPD lainnya. Dalam kegiatan itu juga diadakan makan bersama sebagai tanda syukur masyarakat atas nikmat yang diberikan Allah.
Makanan yang disiapkan sendiri di antaranya ketan dan kue tradisional. Kue tersebut juga sudah menjadi ciri khas saat pelaksanaan simah laut. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








