BORNEONEWS, Sampit - Para pengunjung Ikon Kota Patung Jelawat mengeluhkan objek wisata tersebut gelap saat malam hari. Hanya beberapa lampu penerangan saja yang menyala.
"Saya bingung juga, kenapa ikon kota malah gelap saat malam hari, padahal objek tersebut menjadi kunjungan masyarakat dan juga wisatawan," ujar Nurhayati, salah satu pengunjung Minggu (2/12/2018).
Dirinya sangat menyayangkan hal tersebut, karena Patung Jelawat merupakan salah satu tempat wisata dalam kota yang ramai pengunjung setiap harinya, terutama saat akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu.
Ada puluhan hingga ratusan masyarakat dan juga wisatawan yang datang ke tempat tersebut baik itu sore hingga malam hari.
"Harusnya ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Jangan sampai hanya karena lampu banyak yang tidak menyala, membuat animo pengunjung malah berkurang," kata Nurhayati.
--page
Dirinya juga mengatakan, salah satu tempat wisata yang sukses dibuat oleh Pemkab Kotim adalah Ikon Kota Patung Jelawat. Sehingga hal ini harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai membuat ketidaknyamanan para pengunjung.
"Saya harap lampu di tempat wisata unggulan Kotim ini bisa kembali terang. Sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman," ungkap Nurhayati.
Saat ini penerangan Patung Jelawat hanya menyala saat ada kegiatan seperti lomba tari dan lainnya. Itupun lampu yang menyala hanya di bagian tempat peserta menari saja. Sedangkan di sejumlah titik lainnya terlihat gelap dan tidak ada penerangan. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








