BORNEONEWS, Sampit - Gelapnya Ikon Kota Patung Jelawat, akibat sejumlah lampu penerangan mati, ternyata tidak hanya dikeluhkan dikeluhkan pengunjung saja. Namun juga rawan terjadinya tindakan kriminal dan juga perbuatan mesum.
Hal itu terjadi karena bisa saja dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk melancarkan aksi jahat dan juga sejunlah orang pacaran untuk berbuat mesum.
"Keadaan tersebut tentu rawan dimanfaatkan pelaku tindakan kriminal. Bahkan bisa juga dimanfaatkan untuk pacaran hingga berbuat mesum," ujar Idham, salah satu warga Sampit, yang berkunjung ke tempat tersebut, Minggu (2/11/2018).
Kerawanan tindakan kriminal yang dilakukan di tempat tersebut diantaranya adalah pencopetan, pelecehan seksual, dan juga sejumlah tindakan lainnya. Hal itupun tentunya sangat membahayakan bagi pengunjung. Walaupun hingga saat ini belum ada terdengar tindakan yang membahayakan pengunjung.
"Jangan menunggu terjadi dulu baru dilakukan berbagai upaya, namun harus ada antisipasi sejak dini akan tindakan kriminal tersebut," ungkap Idham.
--page
Selain rawan tindakan tersebut, keadaan tersebut juga bisa dijadikan tempat mabuk-mabukan oleh sejumlah remaja dan juga masyarakat. Sehingga ini akan rawan dan juga membayahakan pengunjung.
"Bahkan tempat-tempat gelap itu juga bisa dijadikan tempat orang pacaran. Yang bisa jadi berujung pada perbuatan mesum," terang Idham.
Dengan keadaan tersebut, dirinya berharap agar pemerintah bisa menghidupkan kembali lampu penerangan di ikon kota tersebut. Sehinga tidak lagi gelap dan rawan tindakan negatif. (MUHAMMAD HAMIM/m)








