BORNEONEWS, Palangka Raya- Total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Tengah naik sebanyak 13,69% dari US$131,45 juta pada September 2018 menjadi US$149,45 juta di Oktober 2018.
"Bahan bakar mineral masih menjadi komoditas primadona ekspor, yakni US$78,45 juta, berkontribusi 52,49% dari total eskpor," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Yomin Tofri, Senin (3/12/2018).
Ia menyebut, Tiongkok merupakan negara mitra dagang utama destinasi eskpor (US$52,32 juta), berkontribusi 35,01% dari total eskpor.
"Pelabuhan Kumai mendominasi layanan arus muat komoditas ekspor Kalteng, yakni US$28,92 juta, berkontribusi 19,35% dari total ekspor," tambah dia.
Sementara itu, total impor turun 53,89% dari US$14,66 juta di September 2018 menjadi hanya US$6,76 juta pada Oktober 2018.
--page
Yomin menerangkan, secara kumulatif naik cukup tinggi mencapai 243,08% dari US$56,94 juta (Januari hingga Oktober 2017) menjadi US$195,35 juta (Januari hingga Oktober 2018). (GAZALI/B-3)








