SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pertanian menggunakan sistem hidroponik saat ini sudah mulai dilakukan oleh sejumlah masyarakat. Namun sedikit yang yang sukses menggelutinya, karena kurang memahami tata caranya.

Padahal, metode pertanian hidroponik bisa menjadi faktor penunjang untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Terkait itu, Karang Taruna Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membekali anggotanya dengan pelatihan pertanian hidroponik. Pelatihan dilakukan di Palangka Raya. 

"Kami melakukan kunjungan belajar ke Palangka Raya. Di sana ada pakar yakni Dosen Pertanian di Universitas Palangka Raya (UNPAR). Tujuan agar hidroponik bisa menjadi unit usaha Karang Taruna dan ditularkan kepada masyarakat," ujar Sekretaris Karang Taruna Kotim, Muhammad Indra, Senin (3/12/2018). 

Sistem pertanian hidroponik yaitu budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, dengan menekankan pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman. 

--page

Di SKM Farm Palangka Raya, anggota mendapatkan pembelajaran langsung cara penanaman sistem tersebut. Mulai dari peralatan, penyemaian penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan. 

Dengan hasil pembelajaran tersebut, Karang Taruna berencana membuat percontohan. Sehingga bisa dikembangkan anggotanya dan berimplementasi langsung untuk masyarakat, terutama di desa.

"Ini akan kami implementasikan kepada masyarakat, namun yang pasti anggota Karang Taruna dulu yang melakukannya," kata Indra. 

Potensi ekonomi dari pengembangan pertanian hidroponik sendirk sangat besar, karena permintaannya hingga saat ini masih tinggi. Sedangkan sistemnya bisa dijalankan walaupun tidak memiliki lahan yang besar ataupun memadai. 

Diharapkan, anggota Karang Taruna yang ikut serta bisa membawa pelajaran tersebut ke masyarakat. Agar menjadi salah satu penghasilan untuk meningkatkan perekonomian. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)