BORNEONEWS, Muara Teweh- Sesuai program pemerintah pusat, semua lokalisasi akan ditutup mulai 2019. Kebijakan ini diprediksi bakal menjadi salah satu kendala bagi Dinas Kesehatan Barito Utara dalam mendeteksi kasus AIDS.
“Ini akan menjadi pekerjaan berat bagi Dinas Kesehatan karena penyebaran AIDS juga penderitanya tidak terkontrol lagi. Di lokalisasi petugas lebih mudah mengetahuinya yakni dengan pemeriksaan rutin bulanan sehingga cepat diketahui,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Siswandoyo, Selasa (4/12/2018)
Ia menuturkan, penderita AIDS ibarat gunung es. Yang diketahui hanya segelintir atau ujungnya saja. "Sedangkan di dalamnya kita belum tahu. Kecuali masyarakat dengan sadar memeriksakan sampel darahnya, baru kita ketahui berapa orang yang terindikasi penyakit mematikan tersebut."
Ia mengimbau agar masyarakat menjalankan pola hidup sehat dengan menghindari gonta ganti pasangan. Sebab sangat berpotensi terkena AIDS.
"Kita tidak tahu kalau pasangan yang kita berhubungan dengannya terkena penyakit mematikan tersebut," ujarnya. (RAMADANI/B-3)








