SAMPIT –

BORNEONWES, Palangka Raya – Zet Tadung Allo, seorang anak yang lahir tahun 1969 di Seulawesi Selatan tepatnya di Tana Toraja ini tengah sukses dalam perannya sebagai penegak hukum. Selama 23 tahun pria yang lahir di Tana Toraja 49 tahun lalu itu telah berkarir sebagai seorang jaksa.

 
Zet Tadung Allo bercerita, bahwa dirinya menjadi seorang Jaksa merupakan sebuah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Peranya sebagai penegak hukum merupakan sebuah tugas dengan tujuan yang sangat mulia.
 

Berpegang pada motivasi dan juga prinsip-prinsip sebagai seorang wakil negara dalam menenegakan hukum, membuatnya mampu memberikan kepastian hukum, kemanfaatan hukum atau keadilan bagi masyarakat.
 

Dalam karirnya sebagai sebagai seorang Jaksa, sudah berbagai posisi jabatan telah diduduki oleh beliau. Zet Tadung Allo pernah menjabat sebagai seorang Kajari di Kabupaten Luwu, Staf Pembina di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, bahkan beliau pernah menjabat sebagai salah seorang penyidik KPK.
 

Sepanjang karirnya tersebut, sudah banyak kasus yang berhasil ditangani. Baik itu pidana biasa maupun khusus. Terhitung juga sudah puluhan kasus tidak pidana korusi yang berhasil beliau tangani.

--page

 
Saat ini Zet Tadung Allo tengah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya. Beliau baru saja dilantik sebagai Kajari sejak 14 November 2018 lalu, menggantikan Kajari sebelumnya, Eduard Sianturi.

Dalam masa jabatan yang masih singkat, yakni belum genap sebulan sebagai seorang Kajari, Zet Tadung Allo telah menorehkan sebuah prestasi dengan berhasil menangkap seorang Staf Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Provonsi Kalimantan Tengah dalam Operasi Tangkap Tangan beberapa hari yang lalu.

Tentu kedepannya akan banyak prestasi lain yang ditorehkan beliau dalam mengungkap berbagai kasus di Negeri Tambun Bungai ini, sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya. (AGUS/m)