BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kembali kegiatan unik dan menarik bakal disuguhkan Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) pada 9 Desember 2018 mendatang. Kegiatan bertajuk Marunting Fashion Carnaval 2018 yang digelar di arena Car Free Day (CFD) di Jalan H.M Rafii Pangkalan Bun ini bakal menampilkan puluhan kostum karnaval unik.
Bupati Kobar Nurhidayah, Rabu (5/12/2018) menjelaskan mengenai kegiatan yang merupakan dari rangkaian HUT ke 59 Kabupaten Kobar ini.
"Bagi masyarakat yang berminat menyaksikan keragaman kostum karnaval tersebut, silakan datang ke arena CFD Jalan H.M Rafii pukul 07.30 WIB. Rute karnaval bermula dari kawasan Pangkalan Bun Park menuju Taman Kota Bundaran Pancasila. Awalnya di Pangkalan Bun Park peserta mengikuti penilaian makeup dan kostum, kemudian saat berjalan menuju kawasan Taman Kota, barulah dilakukan penilaiam performance," jelas Bupati.
Menurut Bupati, ide diselenggarakannya karnaval ini tercetus saat ia melihat banyaknya kostum unik yang ditampilkan pada Pawai Nasi Adab yang biasa digelar saat peringatan HUT Kobar.
"Karena itulah muncul ide bagaimana agar kostum karnaval unik ini dibuatkan iven tersendiri, sehingga keanekaragaman kostum yang unik ini bisa tampil secara utuh dan memanjakan mata penonton," jelas Bupati.
--page
Bupati menjelaskan sesuai tema yang ditampilkan dalam karnaval ini yaitu Marunting Batu Aji in Unity, kostum yang ditampilkan merupakan perpaduan antara nuansa tradisional dan modern.
"Karena dalam kostum karnaval tersebut pastinya terdapat simbol dan ornamen yang mewakili suku serta etnik yang berada di Kabupaten Kobar, namun dikemas dalam sebuah kreasi perpaduan tradisional dan modern," jelas Bupati.
Terpisah, Kasi Event dan Kreativitas Dinas Pariwisata (Dispar) Kobar Richardo P Siregar menjelaskan ada kriteria khusus bagi peserta yang bisa ikut serta dalam karnaval ini
"Peserta karnaval sendiri wajib mengikuti screeening atau penilaian dari panitia kegiatan ketika mendaftarkan karyanya untuk ikut iven ini. Hanya kostum yang dianggap layak tampil saja yang boleh ikut. Perlu diingat, kegiatan ini adalah karnaval dan bukanlah sebuah fashion show. Karena sebuah kostum karnaval memiliki ornamen yang lebih kompleks," jelas Richardo.
Ia sendiri mengakui bahwa kegiatan karnaval yang digekar ini, bukanlah yang pertama kali diadakan di Indonesia dan di Kalimantan.
--page
"Namun kita tetap memberikan ciri khas pada kostum yang bakal tampil yaitu nuansa ornamen kostum yang sangat Kabupaten Kobar banget," jelas Richardo.
Sementara ini, lanjut Richardo, ada lebuh dari 25 perancang kostum yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
"Kemungkinan menjelang hari H sejak pendaftaran dibuka tanggal 30 November hingga 7 Desember bakal bertambah lagi. Partisipan sementara ini didominasi oleh peserta Workshop Kobar Karnaval yang telah diselenggarakan 18 hingga 25 September yang diikuti oleh 25 peserta dari sanggar seni profesional dan berbagai sekolah di Kabupaten Kobar," jelas Richardo.
Menurutnya, saat ini persiapan kegiatan karnaval tersebut sudah berjalan sekitar 85 persen.
"Bila kegiatan ini sukses, kita juga mempunyai target pada pelaksanaan tahun depan yaitu mengundang pesert dari luar daerah untuk lebih memeriahkan iven ini. Selain itu semoga iven yang kita gelar ini nantinya bisa di endorse atau didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pusat agar gaungnya bisa lebih meluas ke tingkat nasional dan internasional," jelas Richrado.
--page
Selain itu menurut Richardo masih ada lagi target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan iven ini.
"Semoga iven perdana di Kobar ini bisa berlanjut menjadi even tahunan daerah. Diharapkan dengan iven ini bisa memunculkan kebersamaan masyarkat untuk mewujudkan Kobar jaya dan mandiri serta mampu menarik wisatawan dari daerah lain dan mancanegara," jelas Richardo. (WAHYU/B-5)








