BORNEOBEWS, Sampit - Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Kotawaringin Timur, Hj Salasiah berharap agar pada 2019, kouta perempuan yang duduk di DPRD Kotim bisa mencapai angka 30 persen.
Salasiah menyebutkan, selama ini banyak pihak masih menganggap remeh perempuan. Padahal saat ini tidak demikian. Peran perempuan di DPRD harus meningkat guna menyuarakan aspirasi dan persoalan menyangkut anak dan perempuan.
Di Kotim ini kata dia, jumlah perempuan itu sangat banyak. Tapi di lembaga dewan keterwakilan itu masih sedikit, padahal peran sentries dari perempuan di lembaga ini harus diperkuat terutama untuk menyuarapakan keberpihakan kepada kaum perempuan dan anak.
Saat ini hanya ada sekitar 20 persen dari 40 anggota unsur dari kalangan perempuan. Ia sangat berharap tahun depan DPRD ini bisa diisi unsur keterwakilan perempuan sekitar 30 persen.
"Kouta perempuan harus naik dari tahun ini mengingat peranan perempuan di lembaga ini kian strategis, “kata Salasiah, Selasa (5/12/2018).
--page
Penekanan ini, kata Salasiah bukan dirinya menganggap remeh peran kaum laki-laki di lembaga tersebut. Namun, karena memang kaum laki-laki masih belum peka dengan persoala yang menyangkut dengan seorang perempuan
Pendekatan kepada kalangan perempuan ini lebih baik dilakukan oleh sesama mereka, sehingga apa maunya dengan pemerintah bisa disalurkan.
Selain itu, dia mendesak agar di Kotim ini dibentuk Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) dengan begitu para perempuan yang memiliki misi politik bisa bergabung. Sebab jika bergabung di KPP itu terbentur statusnya.(NACO)


