SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Bupati Sukamara, Windu Subagio mengingatkan agar kepala desa (kades) selektif dalam mengelola anggaran, seperti Dana Desa (DD) guna kepentingan pembangunan wilayahnya.

"Kepala desa harus selektif dan mengutamakan skala prioritas dalam mengelola Dana Desa untuk pembangunan. Agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang," kata Windu Subagio, Rabu (5/12/2018).

Windu mengingatkan, pengelolaan juga harus sesuai aturan. Sebab, saat ini bertebaran lembaga untuk pengawasan.

"Sudah banyak contohnya kepala desa terjerat kasus korupsi. Desa dan warga menerima dampaknya, karena proses pembangunan dan pemerintahan terhambat," kata Windu.

Windu menambahkan, menjadi kepala desa bukan berarti menjadi raja kecil di desa yang bisa mempermaikan anggaran desa untuk memperkaya diri.

--page

Dana desa harus digunakan untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu kesejahteraan masyarakat.

"Sejatinya kepala desa itu tidak ada bedanya dengan bupati, gubernur maupun presiden. Sama-sama dipilih melalui proses pemilihan yang demokratis, sama-sama memiliki tanggungjawab terhadap warganya, namun dengan ruang lingkup yang lebih kecil," terang Windu Subagio. (NORHASANAH/B-11)