BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) menargetkan kenaikan produksi antara 15 hingga 20 persen tahun ini.
"Fokus kami adalah produksi, targetnya tahun ini bisa meningkat 15 persen hingga 20 persen dibanding tahun lalu. Untuk update sampai November, masih dalam proses konsolidasian," tutur Head of Investor Relations PT Sampoerna Agro Tbk, Michael Kesuma, dalam keterangan tertulisnya medio pekan ini.
Michael juga menjelaskan bahwa pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) akhir-akhir ini juga berpengaruh terhadap kinerja perseroan. Untuk mengurangi dampak penurunan harga terhadap CPO, perseroan melakukan sejumlah perbaikan, termasuk dari aspek operasional, antara lain melalui peningkatan kinerja kebun, dan volume produksi.
"Sementara dari aspek finansial, perseroan menerapkan kebijakan keuangan yang lebih bijaksana," katanya.
Tetapi, ungkap Michael, kebetulan perseroan belum melakukan penjualan sepanjang pekan ini. Secara permintaan, perseroan melihat masih belum ada perubahan secara signifikan dalam sepekan terakhir.
--page
"Tentunya itu (pelemahan harga CPO) akan berpengaruh jika kita melakukan kegiatan penjualan. Namun, sawit merupakan komoditas global, sehingga banyak faktor yang bisa memengaruhi harganya," katanya.
Lebih lanjut Michael menyatakan bahwa SGRO juga sejauh ini masih fokus dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, di mana perseroan secara aktif memonitor pasar dan masih fokus dalam kegiatan pengiriman. (NEDELYA RAMADHANI/m)








