BORNEONEWS, Sampit - Kerusakan jalan lintas kabupaten kian parah. Jalan yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Seruyan kini menuai keluhan warga.
Seperti yang diungkapkan Koordinator Forum Bersama LSM di Kotim, Audy Valent, jalan yang baru diaspal setahun lalu sudah rusak parah terutama di Desa Parebok, Basawang, Rege Lestari dan Kuin Permai.
"Tidak ada alternatif lain untuk menghindari lubang-lubang besar kiri dan kanan yang panjangnya puluhan kilometer," kata Audy, Kamis (6/12/2018).
Menurut Audy kerusakan ini akibat lemahnya pengawasan saat pengerjaan pengaspalan, karena ketebalan aspal sangat jauh dari yang diharapkan.
"Kontraktor enak saja, habis selesai pengerjaan pengaspalan langsung angkat kaki, tapi yang dirugikan berkepanjangan adalah masyarakat banyak, khususnya masyarakat sekitar dan masyarakat pengguna jalan," tegasnya.
--page
Aparat penegak hukum yang saat ini sudah melakukan kerjasama pengawasan dengan pihak Dinas PUPR harus selektif dan betul-betul ikut melakukan pengawasan, jangan sampai pengerjaan jalan di lain tempat juga terjadi seperti pengerjaan jalan itu.
Karena menurut Audy, uang negara jangan sampai dihambur-hamburkan untuk pengerjaan proyek yang itu-itu saja, kalau saja kontraktor pelaksana proyek mengerjakan dengan menjaga kualitas pekerjaan dan tidak asal jadi tentunya uang negara bisa digunakan untuk peruntukan proyek yang lain bukan di situ-situ saja selama puluhan tahun. (NACO/B-2)








