PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Solidaritas perempuan menggelar dialog publik memperingati Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Hari Hak Asasi Manusia di Kota Palangka Raya, Kamis (6/12/2018).

Tema dialog Mendorong Agenda Politik Perempuan untuk Pengakuan dan Perlindungan Hak Perempuan atas Pengelolaan Sumber Daya Alam di Kalimantan Tengah.

Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan Puspa Dewy mengatakan, dialog itu untuk memperluas pemahaman terhadap pentingnya pengakuan dan perlindungan hak perempuan atas pengelolaan SDA.

"Dengan kegiatan ini, kami berharap menjadi ruang buat kita untuk berbicara bagaimana pentingnya posisi perempuan dalam pengolahan SDA dan harus diakui negara," katanya.

"Intinya, ada pengakuan dan jaminan perempuan dalam pengolahan SDA," imbuhnya.

--page

Ia menuturkan, tahun 2019 yang memiliki agenda politik menjadi momentum penting bagi perempuan untuk mendorong pengakuan dan perlindungan hak perempuan atas pengelolaan SDA.

Oleh sebab itu, pihaknya ingin pemerintah dan seluruh kandidat menjadikan pengakuan dan perlindungan hak perempuan tersebut menjadi agenda utama.

"Sehingga ke depan perempuan tidak mengalami kekerasan dan pelanggaran HAM dalam pengelolaan dan pemanfaatan SDA," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-3)