PALANG MERAH –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Memasuki Desember 2018 harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik di Kota Palangka Raya. Salah satu yang harganya naik ialah daging ayam ras.

"Kalau di pasar subuh harganya sudab Rp35.000, sebelumnya hanya Rp31.000-Rp32.000," kata Siti, penjual sayur keliling di Palangka Raya, Jumat (7/12/2018).

Seletah dirinya membeli di pasar subuh atau pasar besar ia lalu menjualnya secara berkeliling dengan harga Rp19.000 per setengah kilo gram.

"Kalau saya jualnya Rp19.000 per setengahnya, kalau langsung beli sekilo ya bisa lah Rp37.000 saja. Tapi selama ini ibu-ibu yang beli di saya biasanya beli setengah kilo saja untuk masakan sehari. Wajarlah harganya sudah mulai naik, karena sudah masuk Desember," jelasnya.

Menyikapi harga daging ayam ras yang mulai naik ternyata Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah punya cara baru yang diharapkan jitu.

"TPID Provinsi Kalimantan Tengah senantiasa berupaya untuk melakukan terobosan-terobosan dan koordinasi yang intensif dalam rangka menjaga kestabilan harga bahan pangan, salah satunya komoditas Daging Ayam Ras. Sebagai respon atas fluktuasi harga daging ayam ras di Kalteng yang salah satunya didorong oleh masih tingginya ketergantungan konsumsi masyarakat Kalteng terhadap jenis daging ayam segar, TPID Provinsi membuat program inovasi berupa pembentukan supply chain daging ayam segar beku sebagai alternatif konsumsi daging ayam segar masyarakat Kalimantan Tengah," kata Wakil Ketua Utama TPID Provinsi Kalteng, Wuryanto kepada Borneonews.

--page

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bank Indonesia Kalteng ini, program inovasi ini diawali dengan dilaksanakannya High Level Meeting Terbatas pada 29 Agustus 2018 yang merekomendasikan BI, Bulog dan SKPD terkait untuk membentuk mekanisme supply chain daging ayam segar beku sebagai alternatif konsumsi masyarakat Kalimantan Tengah.

Daging ayam segar beku ini dipasok oleh Peternak Lokal dengan memperhatikan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dan didistribusikan melalui jaringan Rumah Pangan Kita yang dikelola oleh Bulog Divre Kalimantan Tengah.

"Adapun peran Bank Indonesia adalah sebagai inisiator program tersebut sekaligus memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia 10 (sepuluh) buah freezer sebagai pilot project pemasaran di 10 jaringan RPK di kota Palangka Raya," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)