BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Syahbana menegaskan masyarakat akan sengsara pada akhirnya nanti jika lahan terus dijual baik itu kepada investor perkebunan kelapa sawit.
"Lihat saja 10 tahun ke depan akan banyak masyarakat yang sengsara jika pola pikir selalu ingin menjual lahan," kata Syahbana, Sabtu (8/12/2018)
Menurutnya tidak mungkin masyaraklat semuanya jadi buruh di perkebunan kelapa sawit karena tempat mata pencaharian mereka tidak ada lagi.
"Tanda-tanda kesengsaraan akibat lahan habis itu sudah mulai terlihat makanya harus kita tanggulangi dari sekarang supaya tidak semakin parah," tukasnya.
Syahbana mengaku prihatin atas tindakan warga yang menjual lahannya itu. Memang saat menjual lahan itu uang yang diterima besar, namun itu habis jika digunakan.
--page
"Maka dari itu jika ingin sejahtera jangan jual lahan. Manfaatkan apa yang bisa dilakukan. Apakah itu untuk menanam karet, rotan, jadi lahan pertanian dan sebagainya," ucap dia.
Pemerintah daerah menurut dia harus mengingatkan masyarakat. Karena jika dibiarkan masyarakat akan sengsara nantinya. Ini akan jadi tanggungan beban bagi pemerintah kedepannya. (NACO/B-6)








