SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun menilai perencanaan pembangunan oleh eksekutif di daerah ini masih buruk.

Karena kata dia, ada pembangunan yang belum terencana dengan matang. Pasalnya banyak fasilitas yang dibangun dengan anggaran  puluhan miliar  terbengkalai. 

" Fasilitas itu sebenarnya sudah rampung namun tidak dimanfaatkan hingga bertahun-tahun," kata Rimbun, Minggu (9/12/2018)

Dengan begitu, kata Rimbun pihaknya berkesimpulan jika dalam perencaaan pembanguna itu dulunya dilakukan tanpa melihat berbagai aspek.

"Kalau dibilang perencanaan itu sudah bagus artinya mulai dari penganggaran dan pemanfaatan itu sudah  ada," tegasnya. 

--page

Ia mengaku melihat ada banyak bangunan yang tidak difungsikan, diantaranya adalah pasar eks Mentaya yang dahulunya dibangun dengan sistem tahun jamak. Di situ ada anggaran miliaran yang dikucurkan tapi hingga saat ini bangunan itu entah kenapa tidak difungsikan Pemkab.

"Sedangkan bangunan eks  Mentaya itu pemanfaatanya tidak bisa dilaksanakan hingga tahun ini," tegas Rimbun.

Menurutnnya dengan banyaknya bangunan mubazir tersebut  membuat anggaran yang dikucurkan sebelumnya sia- sia saja. Padahal semangat awal pembangunan itu adalah menyelesaikan sejumlah persoalan. 

"Seperti di pasar eks Mentaya. Awalnya kepala daerah menyatakan itu untuk menata pedagang. Namun pada kenyataanya, justru tidak dilaksanakan. Tujuan mengakomodir multiyears situ awalnya urgen. Kalau sudah selesai tidak digunakan itu menjadi tanda tanya besar," pungkasnya. (NACO/B-5)