KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah bebatuan yang ada di objek wisata Bukit Batu Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan, sejauh ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pasalnya, selain batu tempat persembunyian pahlawan nasional yang juga Gubernur Kalteng pertama, Tjilik Riwut pada masa penjajahan, juga ada sejumlah batu lain yang memiliki makna tersendiri.

"Selama ini yang menjadi daya tarik di objek wisata Bukit Batu itu adalah sejumlah bebatuan yang ada, yang salah satunya batu tempat persembunyian atau pertapaan pahlawan nasional Tjilik Riwut pada masa penjajahan dulu," kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Katingan, Mido S Mahar, Minggu (9/12/2018).

Mido S Mahar mengatakan, menjelang libur Natal dan tahun baru mendatang, pihaknya telah memoles Bukit Batu untuk memanjakan pengunjung.

Mido mengaku, objek wisata Bukit Batu ini lokasinya berada di tepi Jalan Tjilik Riwut/Trans Kalimantan sekitar 6 Km dari Kota Kasongan arah Palangka Raya.

--page

Hampir setiap hari Bukit Batu ini selalu dikunjungi wisatawan, terutama libur Minggu dan libur hari besar keagamaan atau tahun baru.

Menurut Mido, dari sejarahnya, bebatuan yang ada di kawasan Bukit Batu,  konon menurut sejarahnya mempunyai nama dan keistimewaan masing-masing.

Ada beberapa bentuk jenis batu, baik ukuran besar maupun kecil yang unik. Batu-batu tersebut mempunyai nama masing-masing.

1. Batu Banama, batu ini merupakan pintu gerbang masuk menuju lingkungan objek wisata Bukit Batu. Jika dilihat dari depan, bentuk batu ini menyerupai peta Kalimantan Tengah. Konon cerita batu ini menunjukan jumlah anak sungai yang ada di Kalteng.

2. Batu Keramat. Batu tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan riwayat hidup pahlawan nasional Tjilik Riwut dari suku Dayak Kalteng. Menurut cerita sepasang suami istri mendapat wahyu dari Batu Keramat.

--page

3. Batu Sial. Pada batu tersebut konon tempat orang membuang sial dengan cara memanjat sampai di atas.

4. Batu Dewa, batu tempat penulisan nama, Batu Darung Bawan dan Batu Teras Pambelum.

Selain berbagai jenis batu, Bukit Batu juga memiliki peninggalan sejarah eksotik lainnya, yaitu Telaga Bawin Kameluh. Telaga atau sumur tersebut adalah tempat mandi Bawin Kameluh. Istimewanya, sumur itu selama ini tidak pernah kering walau musim kemarau. (ABDUL GOFUR/B-2)