BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo menekankan untuk Pemkab Kotim bisa mengatasi persoalan banjir di kawasan vital daerah Kecamatan Baamang.
Dari kegiatan reses mereka saat ini menekankan bahwa untuk kawasan STIE Sampit, STKIP Muhammadiyah, STIH Habaring Hurung itu harus bebas dari area banjir, sebab ketika musim hujan daerah itu juga akan terkena dampak.
Kawasan pendidikan itu kata dia ada di Jallan Kihajar Dewantara dan Walter Condrat. Sebab ketika musim hujan kampus dan sekolah disekitarnya juga ikut terendam. Sehingga tidam bisa jika dibiarkan.
Diakuinya di daerah itu radius 200 meter memang terbilang dataran rendah. Meski tidak jauh berada dari saluran pembuangan. Namun, jadi persoalan ketika hujan deras turun di saat air pasang naik. Maka bisa dipastikan kawasan itu akan jadi terendam.
--page
Handoyo turut menyayangkan juga kegiatan untuk normalisasi sungai Pamuatan yang rencananya dilaksanakan dengan sistem tahun jamak itu gagal.
"Padahal, proyek itu salah satu upaya untuk mengatasi persoalan banjir di dalam kota yang terintegrasi dengan dikawasan Baamang dan ini urgen," kata dia, Senin (10/12/2018)
Selama ini kata dia yang jadi persoalan itu ketika musim hujan permukiman warga disekitarnya juga ikut terendam, ini persoalan lama yang masih belum terselesaikan oleh pemerintah.
"Sejumlah warga saat kami reses selalu menyampaikan itu masalah mereka yang tidak pernah terselesaikan," tandas Ketua Komisi I DPRD Kotim itu.(NACO/B-5)








