PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), tengah dilanda banjir. Bahkan, statusnya sudah ditetapkan siaga.

Bupati Kobar Nurhidayah, Selasa (11/12/2018), mendatangi kawasan yang dilanda banjir dan menemui warga yang menjadi korban.

Bupati pada kesempatan itu mengatakan, bila banjir terus berlanjut, statusnya akan ditingkatkan menjadi siaga darurat.

"Untuk mengantisipasi dampak banjir, kita akan memaksimalkan posko kesehatan sebagai antisipasi ada warga yang terganggu kesehatannya," tutur Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kobar Akhmad Yadi, menuturkan bahwa bantuan bagi warga yang terdampak banjir sudah mulai didistribusikan.

--page

"Berdasarkan hasil pendataan, total ada 333 jiwa yang kena musibah di Kelurahan Pangkut dan Nanga Moa. Untuk itu telah didistribusikan bantuan berupa beras 1 ton, matras 150 lembar, selimut 150 lembar, lauk pauk 25 paket, serta seragam SD, SMP,  dan SMA sebanyak 100 paket," ujar Yadi.

Di pihak lain, Lurah Pangkut Thomas Nasir, mengatakan bahwa ada lima RT yang terdampak banjir. Sementara ini ketinggian air sekitar 130 cm.

"Rinciannya RT 1 sebanyak 37 rumah, 47 kepala keluarga (KK), 133 jiwa. RT 2 sebanyak  4 rumah, 4 KK, 16 jiwa. RT 3 sebanyak 13 rumah, 16 KK, 64 jiwa. RT  4 sebanyak 16 rumah, 20 KK, 80 jiwa, dan RT 5 sebanyak 8 rumah, 10 KK, 40 jiwa. Dari total  5 RT tersebut, RT 1 yang paling parah. Lantaran 99% rumah sudah terendam banjir," ujar Nasir.

Walau demikian, lanjutnya, warga lima RT tersebut masih belum bersedia pindah ke lokasi penampungan.

"Karena memang kebiasaan kita terutama orang Dayak atau orang Kalimantan, sejak dulu membangun rumah berkonstruksi panggung. Lantaran banjir ini sudah berlangsung sejak zaman dulu. Terkecuali rumah tersebut sudah tenggelam, baru mereka bersedia pindah ke lokasi penampungan yang sudah kita siapkan di kantor kelurahan," pungkasnya. (KRIDA/B-3)