MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Selebritis Shyalimar Malik sedang dekat dengan pria asal Kabupaten Barito Utara. Pemain film dan sinetron itu digandeng Iqbal Reza Erlanda, anak mantan Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah.

Cima, sapaan akrab Shyalimar Malik diajak ke Muara Teweh, Ibu Kota Barito Utara, Senin (10/12/2018) kemarin.

“Aku baru pertama kali ke Kalimantan Tengah. Penasaran, Kalimantan itu excited,” katanya ketika dibincangi wartawan di Jalan Semoga Indah Nomor 54 Muara Teweh.

Cucu mantan Wakil Presiden RI, Adam Malik itu memang berniat ke Kabupaten Barito Utara. Dia ingin mengenal lebih dekat masyarakat Muara Teweh. “Niatnya mau jalan-jalan,” cetusnya.

Cima, panggilan Shyalimar Malik, sangat senang diajak ke Kabupaten Barito Utara. Apalagi dia baru pertama kali menginjakan kaki di bumi Kalimantan.

--page

Iqbal secara eksklusif menceritakan perkenalannya dengan cucu mantan Wakil Presiden RI, Adam Malik itu.

“Awal ketemunya diacara ulang tahun teman. Saya pertama melihatnya ini cewek apa cowok? Setelah disamperi ternyata cewek. Di situlah mulai pendekatan sampai akhirnya jadian sama dia (Cima),” tuturnya.

Ketika ditanya apa yang disukai dari Cima? Iqbal menjawab, cara berfikir pemain film Gunung Kawi itu sangat dewasa dan ketika ngobrol masalah politik juga nyambung. Sebab Shyalimar bergabung dalam Tidar Gerindra, organisasi Gerindra.

Iqbal berharap ke depannya bisa sering bersama dengan Cima sampai menikah. “Dia lucu, saya kan kaku awalnya. Sekarang sudah nggak,” ucap pria berkepala botak ini.

Cima tampak sumringah dengan penuturan Iqbal. Dengan mengenakan topi dan switer, Cima mengakui dirinya kalau di entertainment terkenalnya memang tomboy.

--page

“Kebiasaan pakai topi, emang aku sukanya gini. Ya udah. Pada zaman ini lagi hits dikira transgender. Lalu kenalan, masuk obrolannya,” ungkap selebritis yang terlahir dengan nama lengkap Andi Khadijah Shyalimar Tahir pada 17 Juni 1992.

Pemain film Pulau Hantu itu mengaku kader Gerindra, sedangkan Iqbal baru masuk ke dunia politik. Walaupun ayahnya politisi senior di Barito Utara.

Ketika ditanya apakah akan menjalin rumah tangga dengan Iqbal? Cima menyebut, semua tergantung Yang Diatas, karena manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan yang menentukan.

“Sebenarnya dia (Iqbal) kaku awalnya, akhirnya setelah dilucuin mengaku sebenarnya juga suka melucu,” beber wanita 27 tahun ini.

Selain itu, imbuh dia, Iqbal merupakan pekerja keras dan dewasa. “Nyambung diajak ngobrol. Kita kan beda daerah, kalau ketemu teman-teman Jakarta satu. Tapi ini nyatuinnya susah. Tapi dia kuliah di Jakarta, akhirnya nyambung,” aku Cima. (RAMADHANI/B-6)