JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), terus berupaya untuk meningkatkan kinerjanya sepanjang tahun ini.

Perusahaan minyak kelapa sawit (CPO) ini masih membukukan kinerja yang kurang memuaskan pada triwulan ketiga tahun ini.

"Untuk meningkatkan kinerja dan juga menghadapi fluktuasi harga CPO, kami telah menyiapkan strategi dengan melakukan efisiensi di semua lini untuk mengantisipasi masih lemahnya harga CPO," kata Corporate Communication DSNG, Supriyadi Jamhir, dalam keterangan tertulisnya medio pekan ini.

Hingga kuartal III 2018, DSNG telah merealisasikan 70% dari total belanja modal alias capital expenditure (capex) yang sebesar Rp600 miliar.

Emiten sawit ini menggunakan belanja modal untuk perawatan tanaman, infrastruktur, pembangunan pabrik kelapa sawit dan kebutuhan lainnya. Belanja modal tidak terserap sepenuhnya karena DSNG belum bisa untuk melakukan penanaman baru terkait izin high conservation value (HCV) dan lainnya.

--page

Sementara untuk 2019, lanjut Supriyadi, pihaknya belum memberikan informasi yang lebih rinci. 

"Capex 2019 masih dihitung lebih lanjut guna menyikapi harga CPO yang rendah saat ini," ujarnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)