BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara (Aruta) telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare sebagai lahan pengembangan kopi.
Bupati Kobar Nurhidayah, Rabu (13/12/2018) menjelaskan, saat ini penelitian mengenai jenis kopi apa yang cocok ditanam di lahan tersebut masih dilakukan oleh tim dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKK) Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.
"Saat ini masih dilakukan penyiapan lahan dan pengembangan bibit. Bentuknya masih berupa demplot. Dukungan dan antusias masyarakat sangat bagus, bahkan lahan tersebut mereka juga yang menyiapkannya," jelas Bupati.
Menurut Bupati, tujuan pihaknya menjadikan Desa Penyombaan menjadi proyek percontohan perkebunan kopi adalah untuk mengalihkan aktivitas pertambangan yang selama ini masih dilakukan masyarakat.
"Selain tanah di lokasi tersebut memang subur, kami juga memdapatkan info hasil penelitian walaupun masih belum resmi dari PPKK, lokasi tersebut cocok ditanami tanaman kopi," jelas Bupati.
--page
Menurut Bupati, kerjasama dengan pihak Kabupaten Jember tersebut bukan hanya dalam hal pengembangan kopi saja.
"Berdasarkan hasil pembicaraan saya dengan Bupati Jember beberapa waktu lalu, selain membantu pengembangan kopi di Kabupaten Kobar, Kabupaten Jember juga siap membantu memasarkannya. Karena mereka juga menampung produk kopi yang berasal dari daerah lain, seperti Papua dan siap memasarkannya keluar negeri," jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/B-2)








