PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya– Keberadaan Yayasan Joint Adulam Ministry (JAM) di Jalan Tjilik Riwut, Km 18, Kota Palangka Raya, telah membantu pemerintah dalam menangani orang dengan gangguan kejiwaan dan mental.

Ketua Yayasan JAM Charles M Hamun menuturkan, yayasan tersebut sudah eksis selama 15 tahun. Pada dua tahun awal berdiri, Yayasan JAM berada di Jalan RTA Milono, sebelum akhirnya pindah ke Jalan Tjilik Riwut.

Sejak dibuka hingga saat ini, Yayasan JAM telah menangani 460 orang dengan gangguan kejiwaan.

“Paling banyak itu di 2010 ada 86 orang. Tahun ini (2018) sekitar 36 orang, tapi sekarang masih ada sisa 17 orang. 7 orang di antaranya laki-laki, sisanya perempuan,” kata Charles, Rabu (12/12/2018).

Ia menuturkan, para pasien di yayasan tersebut berasal dari berbagai daerah. Ada yang langsung diantar keluarganya, ada yang dijemput, ada pula yang alamatnya tidak jelas karena diantar oleh petugas Satpol PP setelah ditemukan di jalanan.

“Sebagian besar sudah kita antarkan ke keluarganya. Jadi kita menampung mereka di sini tanpa memandang suku maupun agama. Karena kami berprinsip, yang penting mereka bisa pulih dan kembali ke tengah masyarakat,” tuturnya. (BUDI YULIANTO)