PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya– Tidak ada kendala berarti yang dialami pihak Yayasan Joint Adulam Minstry (JAM) dalam membina masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan.

Justru kendala utama pihak yayasan yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut, Km 18, Palangka Raya, itu ialah pada proses pemulangan pasien.

“Paling sulit adalah mengembalikan mereka ke kampung asal. Karena kebanyakan mereka tidak diterima di situ,” kata Ketua Yayasan JAM Charles M Hamun saat menerima kunjungan pengurus PWI Kalteng dalam rangka berbagi kasih menjelang Natal, Rabu (12/12/2018).

Ungkapan Charles berdasarkan pengalamannya selama melakukan pembinaan. Salah satu contoh, mereka pernah membawa pasien perempuan yang sudah sembuh ke tempat asalnya. Tapi, warga sekitar termasuk keluarga tidak menerima.

Pihaknya sudah berusaha mencari keluarga pasien lainnya, namun hasilnya sama. Hingga ketiga kalinya, akhirnya sang keponakan menerima perempuan yang sudah sembuh dari gangguan kejiawannya itu.

--page

“Beberapa hari kemudian kami mendengar ibu (yang pernah mengalami gangguan jiwa) itu meninggal dunia karena merasa tertekan tidak diterima,” cerita Charles.

Di sisi lain, upaya pihaknya dalam memulihkan pasien sangat membantu semua pihak. “Jadi pernah juga ketika kita membawa salah satu pasien ke ladang. Karena kalau tidak diajak kerja, menangis  dia. Nah, di tengah jalan, ada seseorang yang kenal bahwa dia bernama Isam dari Bahaur. Katanya dia kakaknya. Saat itu, dia sempat kaget karena dikira sudah meninggal dunia.”

“Jadi, oleh untuk itu, kami mohon dukungan doa dari Bapak/Ibu sekalian agar bisa terus melakukan bimbingan,” harap Charles. (BUDI YULIANTO/B-3)