BORNEONEWS, Sampit- Anggota DPRD Kotawaringin Timur Ary Dewar menuding pemerintah kabupaten tidak pernah berpihak kepada petani. Tudingan itu dia sampaikan Rabu (12/12/2018).
Ketua DPC Partai Gerindra itu mengatakan, pihaknya memang sebagai pengusung kepala daerah saat ini wajib mengingatkan. Sebab pada prinsipnya Partai Gerindra adalah suara dari masyarakat.
“Ini suara dan jeritan masyarakat. Bukan kami mengada-ada dengan kondisi ini," kata dia.
Kalangan petani, lanjutnya, hanya meminta keberpihakan dari pemerintah ini. Karena hingga akhir masa pemerintahan saat ini, Ary belum melihat ada kebijakan konkret dari pemerintah daerah untuk membantu petani, khususnya petani kelapa sawit, rotan, dan karet. Padahal, saat ini kondisi mereka memprihatinkan.
Menurut dia, pemerintah kabupaten jangan hanya mengurus kegiatan multiyears, sementara nasib petani tidak diperhatikan.
--page
Karena, kata dia, untuk membangun ekonomi masyarakat, jangan hanya berkutat diurusan proyek multiyears. Karena itu dampaknya tidak berpengaruh besar bagi kalangan petani.
Untuk sawit misalnya, lanjut Ary, ada delapan perusahaan yang sudah mengajukan perizinan untuk pembangunan pabrik di Kotim. Namun, izinnya digantung pemerintah daerah. Prosesnya dibuat teraktung-katung. Sehingga membuat investor itu akhirnya mundur teratur.
"Di sini bisa kita lihat tidak ada keseriusan pemerintah memikirkan bagaimana nasib petani itu," tegasnya. (NACO/B-3)








