BORNEONEWS, Sampit - Menjelang akhir tahun, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit merilis utang pelanggan hingga saat ini yang mencapai Rp5 miliar. Tunggakan tersebut dilakukan oleh perorangan hingga kantor satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).
"Hingga saat ini total nilai tunggakan pelanggan mencapai Rp5 miliar, dan itu terus kami lakukan penagihan," ujar Direktur PDAM Dharma Tirta Sampit Firdaus Herman Ranggan, Rabu (12/12/2018).
Dengan total nilai tunggakan tersebut, setidaknya ada 3.000 pelanggan yang belum melakukan pembayaran. Yang mana yang paling banyak adalah pelanggan rumahan, dan sejumlah instansi pemerintahan.
Dengan adanya hal tersebut, pihaknya akan terus mencoba melakukan pendekatan kepada pelanggan tersebut. Sehingga terbuka dan bersedia untuk melunasi tunggakan yang ada.
"Kami terus melakukan pendekatan, dengan harapan dapat segera membayarkan hutang tunggakan mereka," kata Firdaus.
--page
Pihaknya juga siap menutup atau memutus pelanggan yang tidak ada etikad baik untuk melunasi tunggakan. Karena saat ini pihaknya sudah membentuk tim penutupan. Yang mana mereka akan memberantas masalah tersebut.
"Jika sudah diperingatkan namun tetap tidak membayar, maka langsung kami putus. Dan pelanggan tersebut juga diharuskan membayar denda," ungkap Firdaus.
Kami tidak ingin banyak pelanggan ini malah menjadi beban bagi kami. Jadi lebih baik sedikit namun efektif. Sehingga masyarakat yang sudah rutin membayar tidak terkena dampaknya karena terkendala pengembangan jaringan. (MUHAMMAD HAMIM/m)








