PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Yayasan Joint Adulam Ministry (JAM) di Jalan Tjilik Riwut Km 18, Palangka Raya sebenarnya mampu menampung hingga 300 orang gangguan kejiwaan.

Namun, jumlah pembimbing sangat terbatas sehingga berdampak pada keterbatasan kemampuan menampung mereka.

"Di sini cuma ada tiga pembimbing saja. Saya, istri saya Martha Mariamun (63) dan anak kami, Erik (30)," kata Ketua Yayasan JAM, Charles M Hamun, Rabu (12/12/2018).

"Sebenarnya 300 an bisa, tapi tenaga tidak ada," timpal Martha.

Yayasan tersebut sudah berdiri sejak 15 tahun silam dengan mengawali tempat di Jalan RTA Milono. Selama kurun waktu itu, sudah ada 460 yang dirawat. Saat ini, menyisakan 17 pasien, 7 di antaranya laki-laki.

Kendala bagi mereka yakni ketika memulangkan pasien yang sudah pulih ke keluarganya. Sebab, rata-rata tidak langsung diterima di lingkungan daerah asal. (BUDI YULIANTO/B-11)