BORNEONEWS, Palangka Raya - Charles M Hamun (65) memiliki segudang pengalaman dalam menangani seseorang yang mengidap gangguan kejiwaan.
Mulai yang datang dengan kondisi kumuh, alamat tidak jelas, lumpuh hingga yang berperilaku beringas.
Bahkan, Ketua Yayasan Joint Adulam Ministry (JAM) di Jalan Tjilik Riwut Km 18, Palangka Raya ini acap ditantang berkelahi orang tak waras tersebut.
Demikian juga dengan istrinya, Martha Mariamun (63). Namun, berkat kesabaran mereka bersama anaknya, Erik (30) dalam melakukan pembinaan, semua orang yang mengalami gangguan kejiwaan dapat ditaklukan.
"Kuncinya, sekeras apapun dia kalau sudah bisa diajak ngobrol (kendatipun jawaban ngelantur) ya sudah enak (tidak berperilaku beringas)," ucap Charles, Rabu (12/12/2018).
--page
Tidak hanya itu, ada juga pasien yang mencoba kabur dengan melompat tembok lalu berjalan ke arah Kasongan. Namun, kembali diantar ke yayasan oleh petugas Satpol PP. Selain itu, ada pula yang kabur masuk ke hutan.
"Pernah saya kejar ketika kabur ke hutan. Kalau sekarang ya sudah tidak kuat mengejar," cerita Charles lagi sambil tersenyum.
Dia menuturkan, ada beragam alasan kenapa seseorang bisa mengalami gangguan kejiwaan. Salah satunya, karena ditinggal istri dan anaknya.
Mereka yang datang ke yayasan tersebut ada yang dijemput, diantar keluarga hingga ditemukan di jalanan yang kemudian diantar petugas Satpol PP maupun kepolisian.
Yayasan itu sudah berdiri sejak 15 tahun silam. Dulunya bermarkas di Jalan RTA Milono. Selama kurun waktu itu, sudah ada 460 pasien yang ditangani. Saat ini, menyisakan 17 pasien, 7 di antaranya laki-laki.
Di yayasan tersebut, ada tiga orang yang membina. Yakni Charles, istrinya Martha Mariamun dan anak mereka, Erik. Selain menangani gangguan jiwa, yayasan itu juga menangani orang yang terkena gangguan mental. (BUDI YULIANTO/B-11)








