PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Disiplin tingkat tinggi diterapkan di Yayasan Joint Adulam Ministry (JAM) dalam menangani warga yang mengalami gangguan kejiwaan.

Disebut tingkat tinggi karena segala aturan yang diterapkan yayasan harus dijalankan. Mulai dari pukul 04.00 WIB sudah bangun pagi dilanjutkan siraman rohani, pukul 06.00 WIB keluar berikut sarapan dan beraktivitas di lingkungan setempat.

Aktivitas yang mereka lakukan minimal membersihkan rumput maupun sampah di seputaran halaman. Kemudian mandi, makan siang, istirahat, beraktivitas sore dan lain-lain. Pukul 20.00 WIB, mereka harus sudah tidur.

Tingkat disiplin tinggi ini menjadi strategi Ketua Yayasan, Charles M Hamun bersama istri, Martha Mariamun dan anaknya, Erik dalam melakukan pembinaan agar segera pulih.

Strategi tersebut boleh terbilang berhasil. Sebab, saat ini menyisakan ada 17 orang yang menjadi pasien di yayasan yang beralamatkan di Jalan Tjilik Riwut Km 18, Palangka Raya itu.

--page

Sebelumnya, sejak 15 tahun tercatat ada 460 pasien. Selain menangani masalah gangguan kejiwaan, yayasan ini juga menangani seseorang gangguan mental.

"Jadi mereka harus punya kegiatan. Dalam menyadarkan mereka, kita tidak memakai obat. Kalaupun ada, kita batasi. Itu pun hanya seperempat tablet dan tergantung orangnya," ungkap Charles sembari tersenyum, Rabu (12/12/2018).

"Di sini, mereka kita tanamkan firman Tuhan. Kalau malas bekerja, maka jatah makan sedikit. Kalau giat bekerja, akan dapat banyak," imbuhnya.

Yayasan tersebut sebenarnya mampu menampung 300 orang gangguan jiwa. Namun, karena hanya ada tiga pembimbing, maka jumlahnya pun terbatas. (BUDI YULIANTO/B-11)