PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) siaga demam berdarah, karena berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini tercatat 349 dugaan kasus DBD.

Sedangkan pasien yang sudah positif DBD sebanyak 295 jiwa. Dari jumlah tersebut penderita yang meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kobar Jamin Ginting, Kamis (13/12/2018) menjelaskan, bila dibandingkan tahun 2017, kasus DBD pada tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Karena tahun 2017 terdapat 100 kasus DBD dan penderita yang meninggal dunia 1 orang. Sedangkan tahun ini sudah masuk laporan DBD sebanyak 349 kasus. Dari laporan tersebut yang positif DBD 295 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 2 kasus," jelas Jamin.

Menurut Jamin, setelah pihaknya mendapatkan data dari pihak rumah sakit terkait kasus DBD, kemudian Dinkes Kobar melakukan pengecekan lingkungan penderita yang terkena DBD tersebut.

--page

"Tujuannya untuk mengecek apakah di sekitar penderita tersebut ada beberapa warga yang demam tinggi, apakah ada jentik nyamuknya. Bila hal tersebut ditemukan, maka fogging akan dilakukan," jelas Jamin.

Karena menurut Jamin, tidak semua lingkungan yang terdapat penderita DBD harus dilakukan fogging.

"Lantaran bisa saja, penderita tersebut terkena DBD dari tempat lain. Walau demikian, fogging sebenarnya adalah langkah terakhir dalam penanggulangan DBD. Cara yang lebih efektif dan murah sebenarnya adalah pemberantasan sarang nyamuk," jelas Jamin. (WAHYU KRIDA/B-2)