SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotawaringin Timur (Kotim) memasang enam buah Closed Circuit Television (CCTV) untuk melakukan pemantauan dan menjaga objek Ikon Kota Patung Jelawat. 

"Enam CCTV sudah terpasang dan terkoneksi langsung bisa terpantau melalui teknologi PC, laptop, dan telepon genggam berbasis Android," ujar Kepala Diskominfo Kotim Multazam, Kamis (13/12/2018). 

CCTV tersebut dipasang sebagai upaya memberikan pelayanan terhadap sejumlah satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) yang berkaitan dan bersentuhan langsung dengan objek tersebut, terutama para pengelola Ikon Jelawat. 

Sehingga pihaknya bisa langsung melihat situasi di daerah tersebut tanpa harus datang langsung kelokasi. 

"Ini upaya kami dalam memanfaatkan teknologi. Sehingga bukan hanya menjadi pemantau saja, namun berimplementasi terhadap suatu penjagaan objek vital," katanya. 

Dirinya mengatakan CCTV tersebut juga tidak hanya memberikan manfaat terhadap SOPD pengelola ikon kota saja. Namun juga menjadi pemantau alur Sungai Mentaya. Baik itu kapal masuk dan juga kapal keluar. Karena posisi CCTV juga terpasang di tepian sungai tersebut. 

"Jadi bagi SOPD yang ingin melakukan pemantauan, di jalur sekitar Ikon Jelawat, akan kami hubungkan nantinya," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, nantinya mereka juga akan mengembangkan teknologi diteksi wajah bagi para pengunjung. Agar bisa terhitung berapa wisatawan yang masuk ke Ikon Jelawat, sehingga bisa diketahui jumlahnya dan menjadi acuan pemerintah untuk menjalankan program pengembangan kedepannya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)