SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotswaringin Timur (Kotim) H Abdul Sahid mengungkapkan di kawasan pedalaman Kotim harga tabung elpiji 3 kg selain mahal juga kini langka khususnya di Kecamatan Parenggean.

Untuk itu dia minta agar agen yang memasok elpiji subsidi 3 kg khususnya ke Parenggean yakni PT Lampang bisa menambah pasokan elpiji ke Parenggean dan sekitarnya. 

"Sebab permintaan di pasaran terus meningkat sedangkan kouta yang diberikan sangat terbatas. Dengan menambah kouta salah satu solusi untuk bisa menghadapi kelangkaan Elpiji," katanya, Kamis (13/12/2018).

Apalagi, kata dia, tidak lama lagi hari besar keagamaan sepeti Natal dan Tahun Baru. Dia mendesak pemerintah bertanggungjawab terkait kelangkaan Elpiji khususnya di wilayah Parenggean.

Kelangkaan tabung gas Elpiji di Parenggean katanya sudah terjadi sejak 1 bulan terakhir, ini tidak ada upaya  apapun dari pemerintah sehingga kelangkaan ini terus terjadi, lebih-lebih dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru.

--page

Sahid menduga di balik kelangkaan tabung gas Elpiji khususnya 3 kilogram ini ada oknum yang bermain. Mereka mengeruk keuntungan melalui monopoli gas dengan begitu terjadi kelangkaan di pasaran.

"Saat itu harga dipasaran meningkat hingga 100 persen. Bahkan harganya bisa sampai Rp30-35 ribu karena mencari keuntungan itu. Mereka menjual di atas harga yang ditetapkan," tegasnya. (NACO/B-5)