BORNEONEWS, Palangka Raya - "ISPO menjadi senjata ampuh untuk menangkal berbagai tuduhan negatif tentang kelapa sawit," kata Ketua Sekretariat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) R. Azis Hidayat.
Ia mengatakan itu saat tampil sebagai pemateri dalam kegiatan sosialisasi dan klinik ISPO bagi anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), di Palangka Raya, Kamis (13/12/2018).
Apalagi, menurut dia, sertifikasi ISPO yang mengandung tujuh prinsip memiliki empat tujuan utama, yaitu mendorong usaha perkebunan untuk mentaati peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah; meningkatkan kesadaran pengusaha kelapa sawit untuk memperbaiki lingkungan; melaksanakan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan; dan meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar internasional.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen yang terus ditunjukkan GAPKI, salah satunya dengan mendorong percepatan sertifikasi ISPO. Melalui kegiatan ini diharapkan berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit terus mendorong penerapan bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Acara ini merupakan kerja sama GAPKI dan Komisi ISPO yang berada di bawah Kementerian Pertanian. Pada kegiatan di provinsi Kalteng ada 50 peserta yang mengikuti acara ini. Mereka merupakan perwakilan dari 48 perusahaan anggota GAPKI Kalteng.
--page
Di acara yang berlangsung dua hari itu, peserta dipaparkan secara detil seluruh ketentuan yang diatur dalam ISPO dan prosedur serta langkah-langkah legal yang dapat dilakukan untuk memperoleh sertifikat ISPO.
"Sangatlah penting sosialisasi dan klinik ISPO bagi anggota GAPKI," kata Dwi Dharmawan, Ketua GAPKI cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam sambutan yang dibacakan Suto Suwahyo, Ketua Bidang Lingkungan dan Masyarakat GAPKI Kalteng saat pembukaan kegiatan ini.
Sebagai perusahaan yang memegang teguh prinsip keberlanjutan, menurutnya, kebun sawit harus dibina seoptimal mungkin untuk menghasilkan produk crude palm oil (CPO) atau palm kernel oil (PKO), serta harus dijaga keberlanjutannya agar lestari.
"ISPO merupakan salah satu hal yang harus kita penuhi untuk menjaga keberlanjutan usaha maupun pembangunan, khususnya pembangunan wilayah Kalimantan Tengah," lanjutnya.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Ir. Rawin Rambang melalui sambutan yang dibacakan perwakilannya berharap sosialisasi dan klinik ISPO ini pada akhirnya membuat usaha di bidang komoditas sawit ini dapat meningkatkan kesejahteraan bersama. (m)








