PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Banjir yang terjadi di wilayah Kelurahan Candi dan Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kamis (13/12/2018) siang hingga sore diakibatkan oleh tidak normalnya aliran air akibat banyaknya sampah dalam drainase yang lebarnya kurang dari satu meter.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni Jumat (14/12/2018)  mengatakan, anggota Damkar Kobar langsung bergerak ke lokasi banjir yang berada di Jalan  Gerilya RT 2 Kelurahan  Candi, Jalan Latif RT 1 dan Jalan Abdul Aziz RT 1 dan 3 Kelurahan Kumai Hulu.

"Setelah anggota damkar menyiapkan alat-alat evakuasi banjir, mereka langsung meluncur ke TKP bersama pelatanan 1 unit mobil pikap, 1 unit fire suplay dan 3 mesin portabel," jelas Majerum.

Sesampainya di lokasi, lanjut Majerum, tim langsung melakukan penyedotan titik banjir dan mengalirkannya ke lokasi drainase yang lebih rendah posisinya.

"Setelah 6 jam melakukan penyedotan, akhirnya air yang merendam rumah warga berhasil dialirkan ke drainase pembuangan. Tim damkar kembali lagi ke Mako Damkar sekitar pukul 20.30 WIB," jelas Majerum.

--page

Majerum menjelaskan, beberapa kendala yang dihadapi oleh tim damkar dalam bertugas saat itu.

"Di antaranya adalah kekurangan mesin portabel, lantaran sebagian mesin portabel yang kita punya saat ini sedang bermasalah. Selain itu kami juga tidak memiliki alat pelindung diri (APD) berupa jas hujan. Jas hujan khusus ini  digunakan pada saat evakuasi misalnya banjir maupun pohon tumbang saat cuaca sedang hujan," jelas Majerum. (WAHYU KRIDA/B-2)