SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sampah semakin banyak berhamburan di pinggir jalan semenjak tempat pembuangan sampah (TPS) dihilangkan dari beberapa lokasi di kota Sampit.

Imbauan serta larang membuang sampah semakin tidak berarti. Oknum kurang bertanggungjawab semakin menjadi-jadi membuang sampah di pinggir jalan yang dulunya merupakan lokasi TPS.

Pencegahan pembuangan sampah sembarangan pun dilakukan oleh warga yang peduli akan kebersihan lingkungan sekitar.

Mulai dari penjagaan ketat oleh satuan petugas keamaan (Satpam) hingga ronda malam yang dilakukan secara bergantian oleh warga.

Irfan Adi warga Jalan Wengga Metro Muara I A, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakan dirinya dan warga di sana kerap kali diresahkan oleh oknum pembuang sambah sembarangan. 

--page

Selain merusak pemandangan, bau yang dikeluarkan dari tumpukkan sampah di lingkungan itu mengganggu indra penciuman warga maupun orang lain yang melintas. Poster dan imbauan terus dipasang. Tulisan hanya sekedar tulisan.

"Tumpukkan sampah dulu nya terlihat dan sangat bau. Kami berupaya menanggulangi permasalahan kecil namun berakibat fatal ini," ucap Irfan yang akrab disapa Cak Ipan seorang penggiat budaya dan pemilik salah satu  kedai kopi di Sampit. itu, Jumat (14/12/2018).

Warga sering mengejar pelaku pembuang sampah sembarangan. Akan tetapi hal itu juga tidak memberikan efek jera. Sampah masih saja menumpuk. Petugas kebersihan dari pemerintah kerap kali mengambil bukit sampah disana.

Warga berembuk berupaya menghilangkan kebiasan buang sampah sembarangan itu. Lalu mereka pun membuat poster bertulisan 'YA ALLAH CABUT NYAWA ORANG YANG BUANG SAMPAH DI DAERAH SINI'.

"Sesuai harapan, sampah di lokasi itu sudah tidak lagi merusak mata dan hidung kami. Doa memang lebih kuat dari pada himbaun di zaman sekarang ini," celetuk pria berumur 34 tahun itu.

Dikatakan nya pula, selain pemerintah daerah, penyelesaian permasalahan sampah juga jadi tanggungjawab masyarakat di lingkungan itu masing-masing. Sebab itu dia menghimbau agar masyarakat tidak lagi membuat sampah sembarangan. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)