BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seorang warga Desa Tanjung Terantang ernama Hermansyah, hilang di Sungai Arut, setelah perahu yang ditumpanginya terbalik, Kamis (13/12/2018) sekitar pukul 14.30 WIB.
Kasi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Pahrul Laji, Jumat (14/12/2018), mengatakan informasi kejadian tersebut baru diterima pihaknya beberapa jam setelahnya.
"Kami menerima laporan tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian, tim gabungan dari BPDB Kobar, Satpolair Polres Kobar, Markas Unit Polair Kumai serta Basarnas dan masyarakat bergerak ke TKP untuk melakukan pencarian," jelas Pahrul.
Lantaran waktu pencarian sudah larut malam, lanjut Pahrul, maka pencarian dilanjutkan hari ini.
"Hingga Jumat (14/12/2018) siang, keberadaan korban masih belum juga ditemukan. Kita berharap sebelum SOP waktu pencarian yaitu 7 hari, korban sudah bisa ditemukan," jelas Pahrul.
--page
Pahrul menjelaskan berdasarkan laporan peristiwa tenggelamnya kelotok, Kamis (13/12/2018), korban Hermansyah bersama anaknya Arbain (27) dan Hendra (29 tahun) teman anak korban bermaksud pulang ke rumah usai memancing ikan.
"Ternyata dalam perjalanan pulang sekitar pukul 14.00 WIB kelotok yang ditumpangi korban terbalik setelah diterjang gelombang dan angin kencang saat hujan. Dua korban yaitu Arbain dan Hendra berhasil menyelamatkan diri, namun korban Hermansyah hilang," jelas Pahrul. (WAHYU KRIDA/B-11)








