BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi banjir di ruas jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ternyata memberi rezeki tersendiri bagi penarik kelotok.
Sulitnya pengguna jalan, khususnya kendraan roda dua melintasi jalan itu akibat tinggi air selutut hingga sepinggang orang dewasa, sehingga keberadaan kelotok bermanfaat untuk mengangkut motor dan pengendaranya saat melintas.
Arbain, warga Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kolam contohnya. Yang kesehariannya berprofesi mencari ikan di Sungai Lamandau, beralih profesi menjadi pengangkut kendaraan untuk melintasi jalan terendam banjir.
"Biasanya saya bekerja mencari ikan. Untungnya walaupun musim banjir ini ikan sulit didapat, tapi ada usaha lain yaitu mengantarkan pengendara dan motornya melintasi titik banjir menggunakan kelotok," jelas Arbain.
Arbain mengatakan, lokasi yang terendam banjir di tiga titik terpisah tersebut luasannya tidak terlalu jauh.
--page
"Satu titik banjir berkisar 30 hingga 50 meter. Namun lokasinya terpisah di beberapa titik. Meskipun satu titik banjir bisa lolos, namun belum tentu bisa melintasi titik banjir lainnya. Jadi agar lebih mudah, pengendara dan motornya dinaikkan keatas kelotok mulai km 33 - 30 setelah jembatan layang," kata Arbain.
Untuk mendapatkan layanan tersebut, pengendara motor dikenakan biaya sebesar Rp 60 ribu sekali jalan.
"Saat ini ada lebih dari 50 penarik kelotok atau dalam bahasa lokal disebut getek. Biasanya kami bergiliran menarik kelotok untuk membantu pengendara. Sehari uang sekitar Rp 200 ribu berhasil didapatkan dari pekerjaan ini," kata Arbain. (WAHYU KRIDA/B-11)








