KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ketua Komisi I DPRD Kapuas, Darwandie mengatakan, infrastruktur berbagai bidang di Dapil II yang meliputi Kecamatan Mantangai, Kapuas Barat dan Basarang masih perlu perhatian pemerintah daerah.

Politisi PPP ini menuturkan, pihaknya telah mengambil beberapa sampel di desa itu dijadikan sampel rujukan faktual di lapangan seperti wilayah Desa Penda Ketapi, Manusup Hilir, Keladan, dan Mantangai Hilir, dengan melihat pembangunan prioritas yang diperjuangkan pada APBD tahun 2018 lalu.

"Seperti yang telah dilihat adalah SDN Manusup Hilir dan sudah dapat dipastikan masuk dalam APBD tahun anggaran 2019 dan melihat lagi mana yang menjadi prioritas dan belum masuk pada APBD 2019 mendatang," ungkap Darwandi, Sabtu (15/12/2018).

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan, warga telah mengusulkan delapan buah box culvert, yang merupakan jalan poros dari Pulau Kaladan Mantangai menembus ke jalur Geraha Inti Jaya.

Menurutnya, jika jalan tembus tersebut sudah selesai maka akses dari transportasi roda dua maupun roda empat nanti dapat masuk. Kemudian di Mantangai Hilir juga ada jembatan di sisi selatan Pasar Beringin, yang dulu dibangun dari ADD dan DD yang sudah mulai termakan usia. Jembatan tersebut jika dibuat box culvert terlalu besar, pada tahun 2019 ini tidak masuk ke dalam perencanaan.

--page

"Ini yang akan diperjuangkan lagi agar pemerintah daerah memperhatikan hal tersebut, jangan sampai beberapa tahun ke depan runtuh," katanya.

Namun dia menerangkan, hal tersebut sudah ditampung dan disampaikan ke eksekutif untuk diperjuangkan pada tahun 2019.

"Dan jika tidak masuk prioritas maka akan diperjuangkan lagi pada tahun 2020 nanti. Saya berharap masyarakat dapat bersabar menunggu pembangunan dari pemerintah," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-2)