BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari terakhir, membuat banjir yang melanda sejumlah titik di jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam), tidak kunjung surut.
Titik yang masih tergenang air cukup dalam di antaranya km 30, km 32, dan km 33.
Masri, pengendara yang melintas, mengatakan bahwa dirinya tepaksa menggunakan jasa getek untuk membawa sepeda motornya melintasi banjir. Ongkos yang dipatok pemilik getek sebesar Rp60 ribu untuk sekali jalan.
"Apalagi motor saya jenisnya matic. Tentunya tidak kuat bila melintasi beberapa titik yang banjir itu. Dari pada motor saya rusak, lebih baik saya naikkan getek," ujarnya, Senin (17/12/2018).
Masri mengaku tidak merasa keberatan dengan ongkos yang dipatok pemilik getek. Lantaran dirinya hanya sekali jalan. Namun, ia menilai biaya itu akan cukup memberatkan bagi pengendara yang harus melintas bolak-balik memanfaatkan jasa getek.
--page
"Tentunya ongkos memanfaatkan jasa getek pergi-pulang jadi Rp120 ribu. Lumayan besar juga biayanya, terutama bagi pengguna jalan yang uangnya pas-pasan," tutur Masri.
Ia berharap, pembangunan jalan Pangkalan Bun-Kolam dan pile slab yang melintasi kawasan banjir bisa selesai sesuai target yaitu akhir 2019.
"Bila jalan dan pile slab tersebut selesai, pengguna jalan tidak lagi kerepotan naik turun getek dan membayarkan sejumlah uang untuk menumpang getek melintasi beberapa titik banjir," pungkasnya.(KRIDA/B-3)








